Translate

Quotes

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Pramoedya Ananta Toer)

Senin, 28 Mei 2012

Priyayi, Berita Permata di Ujung Negeri


Priyayi, Berita Permata di Ujung Negeri
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku bertumpah darah yang satu,
 tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku berbangsa yang satu,
 bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.
Sepintas tersirat makna kalimat diatas. Kita satu, dalam satu tempat untuk satu tujuan. Sesuatu yang selalu di koar-koarkan di luar sana. INDONESIA!!!!!!!!!!!
Namun, tengoklah kenyataannya sekarang. Apakah setiap pribadi di setiap daerah juga diwakili dengan satu kata kebanggaan tersebut? Itulah sebuah berita, kadang ada, tak dianggap bahkan selalu dipuja laksana permata. Indonesia adalah satu kesatuan dari sebagian diri yang terkumpul oleh berbagai banyaknya tujuan pribadi yang jumlahnya 229.964.720 jiwa. Memang, sulit menyatukan keinginan yang merangkainya menjadi satu kata INDONESIA. Banyaknya demo, mogok makan dan korupsi pun adalah potret dari pribadi yang tidak pernah mengenal arti kesatuan. Menjadi jiwa yang resah atas dirinya sendiri, lalu memanfaatkan peluang dalam kesempitan hingga berakhir kekecewaan. Itulah mereka. Berbeda, dari sosok kaum yang tengah diam. Kaum yang bungkam. Dan kaum yang pasrah tentang apa yang bakal ia terima sebagai kewajibannya nanti.
Keadaan masyarakat yang tenang, hampir jauh dari kata unjuk rasa. Namun tunjuk rasa mereka junjung tinggi-tinggi. Permata diujung timur, Papua. Wilayah yang serba kaya ini sangat cocok bagi kita untuk transmigrasi. Yang sudah muak dengan kaum atas yang sama sekali anti tunjuk rasa. Wilayah yang mirip dengan kepala burung in tak beda jauh dengan cara berfikirnya. Masih natural, itulah yang penulis tahu. Banyak sekali perwakilan anak Papua yang melenggang hingga kancah Nasional. Terbitnya pemain sepak bola handal, calon ilmuwan fisikawan dunia, bahkan putri Papua selalu menyabet gelar putri persahabatan dalam event ratu kecantikan. Wilayah yang kaya, alam yang masih hijau. Anginpun dengan pelit berhembus kencang. Terik panas yang masih kabur terlihat. Karena pohon menopangnya dengan tanduk-tanduk yang perkasa. Dalam hal ini, inilah dunia impian kaum priyayi. Kaum yang masih pegang teguh kesatuan. Kesatuan yang bakal menjadikan Indonesia mercusuar dunia, Dan itu tugas kita, transmigrasi kesana atau mengimitasinya dalam hati kita. Anda punya pilihan mulai sekarang.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites