Translate

Quotes

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Pramoedya Ananta Toer)

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 April 2012

LOMBA SURAT UNTUK DAHLAN & JOKOWI


Masih segar dalam ingatan ketika Dahlan Iskan, mentri BUMN ‘mengamuk’ di pintu Tol. Beritanya menyebar secara luas dan berhasil menjadi trending topic di berbagai social media. Spontanitasnya dianggap pro-rakyat. Sebelumnya, Dahlan Iskan memang sudah cukup terkenal dengan pribadi sederhana seperti menggunakanan fasilitas KRL dan ojek. Pengawal pribadi-pun hanya satu. Nama Dahlan Iskan disebut-sebut pantas menduduki jabatan presiden.

Sosok lain yang tak kalah populer adalah Jokowi. Seorang pengusaha Meubel asal kota Solo yang berhasil menjadi walikota dalam dua periode ini juga mempunyai pembawaan sederhana. Jokowi tak pernah mengambil gajinya sebagai walikota. Daftar panjang kesuksesannya seperti relokasi PKL tanpa kerusuhan dan renovasi pasar besar-besaran membuatnya menang mutlak (lebih dari 90%) pada pemilihan kedua. Bahkan saat ini beredar wacana pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut membuktikan bahwa rakyat mulai memiliki harapan terhadap masa depan bangsa ini.

Yuk!! Ikuti event Lomba Menulis Surat Untuk Dahlan & Jokowi yang diadakan 1-30 April 2012. Kalian bebas menuliskan aspirasi untuk kedua sosok kharismatik itu. Kalian bisa menuliskan harapan, kritik, atau saran misalnya seekspresif mungkin.

Caranya?
1. Buat tulisan min 3 hlmn A4 (tidak ada batas maksimal), font times new roman 12, spasi 1,5 margin 3-3-3-3 dengan format surat. Lengkap dengan tempat dan tanggal penulisan.
2. Satu surat untuk satu orang. Pilih salah satu, Jokowi atau Dahlan Iskan.
3. Satu peserta hanya boleh mengirim maksimal 2 surat.
Tulis biodata lengkap di bagian bawah surat. Nama, alamat, email, tmpt tgl lahir, profesi, dan no Hp yg bisa dihubungi. Boleh dilengkapi foto diri. Informasi yang sangat pribadi seperti alamat dan no HP tidak akan dicantumkan dalam buku pemenang lomba.

4. Kirim ke eventleutika@hotmail.com dengan SUBJEK: LOMBA SURAT UNTUK DAHLAN & JOKOWI sampai 31 Mei 2012.

Download Banner Lomba, dan informasi mengenai lomba ini. Upload di akun FB masing-masing peserta dan tag 25 orang teman.
Naskah yang persyaratannya TIDAK LENGKAP atau TIDAK SESUAI FORMAT (termasuk Subjek email) akan DIDISKUALIFIKASI.

HADIAHNYA?
Untuk 30 naskah terpilih akan diterbitkan oleh LeutikaPrio. Masing-masing pemenang mendapat PAKET BUKU Senilai Rp 150.000,- dan voucher penerbitan Senilai Rp 250.000,- yang dikirim segera setelah pengumuman pemenang menyusul.

Resensi ...Segalanya Bagiku


Terbit: Januari 2012
Tebal: 198 halaman
Harga: Rp. 31.000,00
Penulis:Jazim Naira Chand dkk,
Kategori: Motivasi dan Pengembangan Diri
ISBN: 978-602-9420-03-6


...Segalanya bagiku. Seperti sekuntum yang terpaut pada setangkai kembang. Seperti awan yang tak pernah lekang menggandeng langit. Ya, seperti itulah karya dwilogi Jazim Naira Chand. Kesuksesan pertama buku Ibuku adalah... lalu kemudian disusul buku ...Segalanya Bagiku menempati pangsa  pasar favorit Leutika. Sebuah kisah antologi kisah kasih ibu yang dikemas dengan gaya cerita berbeda kebanyakan buku tentang Ibu.
Terdiri dari 30 antolgi tentang ibu. Banyak nama-nama penulis yang sudah tak asing terdengar. Sebut saja Sinta Yudisia, sempat menjadi pemilik best seller beberapa novel dan pemilik puluhan novel yang menghiasi katalog toko buku Nasional. Jazim Naira Chand berhasil membuat sebuah buku bernilai plus dengan menggandeng beberapa novelis dan cerpenis hingga seorang biomotivator profesional. Lepas dari nama-nama beken yang menempel dibuku keduanya, sajian yang begitu asik sudah terlihat dari cover. Mengusung tema seorang ibu, wajah seorang ibu juga menghiasi cover depan dengan background kuning.

...Segalanya bagiku sebuah karya sederhana, dengan tema sederhana, namun syarat akan kesederhanaan hidup. Memetik cerita dari salah satu penulis didalamnya. Seorang ibu mempunyai pembawaan sederhana, mampu mengucap inilah aku, ya beginilah keadaanku. Sebuah pengucapan yang jarang terjadi pada ibu-ibu era modern saat ini. Selain kelebihan dari berbagai buku yang sudah disebutkan, sebuah kekurangan hadir selalu dalam sepaket. Beberapa ulasan seringkali membingungkan pembaca. Mungkin kosa kata yang digunakan adalah tingkat dewa, yang menandakan memang mereka penulis kelas executive. Hal ini mampu menjadi baik apabila seorang pembaca mampu menyimpulkan makna dalam kalimat itu. Namun berbeda bila pembaca adalah seseorang yang suka bosan. Ia akan menutup lalu melanjutkan bacaannya pada kalimat seterusnya. Tapi, kekurangan itu justru menjadi tolak ukur bagi penulis pemula, apakah kita mampu membuat suatu karya yang minimal sama atau melebihi karya penulis dalam buku ini. Buku yang wajib dimliki bagi seorang hamba yang ingin mendapatkan pencerahan terbaik. Mengungkap sisi lain dari sosok ibu. ...Segalanya bagiku, mempersembahan cinta untuk wanita bergelar Ibu. JEF KENZIE ----------------------------------------------------------------------Berikut sumber dari Leutika Prio:
Deskripsi:
…Segalanya Bagiku, adalah kumpulan kisah nyata yang menginsyafkan banyak orang yang lupa akan peran ibunya sendiri. Inilah kisah sosok SEDERHANA yang MEMPERKAYA kebijaksanaan kita. Buku kecil yang bisa membesarkan hati kita. (Mataharitimoer, Blogger, Penulis Jihad Terlarang)


Membaca buku ...Segalanya Bagiku (Sebuah Antologi Kisah Kasih Ibu) karya Jazim Naira Chand dan kawan-kawan sungguh menggugah. Suguhan 30 kisah fresh from the oven adalah kisah tentang ‘Ibu Kita’, ibu dengan segala kehebatannya yang ‘membentuk’ kita. Tidak dapat tidak, kisah-kisah inspratif, edukatif, dan konstruktif tersebut adalah kaca untaian kehidupan ‘kita’ yang diceritakan teman-teman dengan ‘jiwa’. Melalui ibu kita ada dan karena ibu kita ‘menjadi’, menjadi manusia. Ibu adalah ‘cermin’ pencerahan, bukan saja dalam menatap langkah di kehidupan kefanaan ini, terlebih dalam meraih kehidupan di keabadian sebagaimana dijanjikan Allah Swt. Membaca kisah-kisah dalam buku ini, kita membaca diri, membaca hikmah-hikmah. (Ersis Warmansyah Abbas, Motivator Kepenulisan, Dosen dan Pengusaha)


Kisah-kisah ini mengingatkan saya kepada hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Saya menyadari bahwa ibu kita bukan hanya berperan sebagai ibu, tetapi juga berperan sebagai guru dan penasihat kita. Kadang kita tidak bisa menyadari bahwa kita sudah diberikan banyak nasihat, pelajaran dengan cinta. Walaupun saya mendapatkan nasihat dari kisah-kisah ini, saya tidak merasa digurui. Ceritanya mengharukan, sehingga saya mendapatkan nasihat yang berharga, terima kasih. (Asumi Iwamoto, mahasiswa Jurusan Studi Asia, Nanzan University, Japan)


Buku ini menghimpun sejuta cinta yang dipersembahkan setiap anak terhadap pengkhidmatan ibu yang tak terperi. Membacanya seakan mengumpulkan puzzle kasih yang berserak di seantero bumi, bukti cinta dari Tuhan yang dititipkan kepada manusia bergelar ibu. Penulisnya dengan cantik mematrinya di hati setiap orang, siapa pun itu. Selalau ada bentuk cinta yang unik dari setiap kisah dan itu bukti betapa kaya kasih ibu. (Ani Rostiani, Pustakawan tinggal di Garut)


‎"Luar biasa", kesan pertama setelah membacanya. Suguhan cinta serba tak biasa dalam bingkai bernama "Hati". Ada perjuangan, kasih, ketulusan, dan keikhlasan yang terbalut dalam kelembutan seorang "IBU". Bahasa nan sederhana, tapi sarat makna. Sebuah kesaksian yang layak dibaca oleh segala usia. (Endang SSn, Penulis novel Harmoni Cinta di Ujung Senja)


"Membaca buku ini seperti membaca tentang ibu kita sendiri dan meneguhkan dua hal, bahwa kasihnya memang benar sepanjang jalan serta di bawah kakinyalah terletak surga kita." (Bahtiar HS, Penulis Jejak-jejak Surga Sang Nabi dan 20 Tahun Mencari Keadilan, Founder An-Nabwah Publishing)

RESENSI 99 PESAN KERINDUAN UNTUK PRESIDEN


MERESENSI
99 PESAN KERINDUAN UNTUK PRESIDEN
(oleh sulistyowati)

Nama Pengarang        : Erpin Leader, Sakura Hinata, Sandza, dkk
 Nama Pengarang        : 99  Pesan Kerinduan Untuk Ayah
Penerbit                       : LeutikaPrio
Tahun terbit                : februari 2012
Tebal buku                  : 270 halaman
Warna buku                 : htam, hijau dan kuning
ISBN                             : 978-602-225-281-8

            Buku 99 Pesan Kerinduan Untuk Ayah ini berisi tentang 99 surat, 22 puisi dan 11 gubahan pantun yang menginspirasi. Semua karangan berisi isi hati para rakyat di indonesia kepada pemimpin besar indonesia. Salah satu karyanya berjudul “ Kapan Kami Merengkuh Pelangi Di Negeri Ini “. Karya berisikan tentang isi hati hati seorang mahaiswa yang merasa prihatin dengan kondisi bansa indonesia. Saat ini semakin banyak saja seorang anak di usia yang sangat dini harus menjadi tulang punggung keluarganya. Tanpa harus menhiraukan panasnya terik matahari. Dengan membawa alat musik yang kecil nan sederhana, bocah-bocah kecil itu berteriak dengan irama tubuh semampunya. Seorang anak yang seharusnya berlomba-lomba merengkuh bangku sekolah, nyatanya saat ini masih banyak dari mereka yang justru berbondong-bondong merebut recehan uang ditengah selipan lampu merah. Sungguh miris melihat negeri khatulistiwa dengan rakyat kecil penuh pederitaan.
            Karena itulah seorang mahasiswa S2 dari Bangkalan menyelipkan karangannya pada sebuah buku kecil ini dengan ratusan pengarang lain. Endang Ssn, mulai aktif sejak jaanuri 2011. Telah melahirkan 1 novel, 1 kumpulan cerpen, 40 antologi yang sudah terbit. Beberapa naskah lainnya dinyatakan lolos dan sedang menunggu proses terbit. Masih tercatat sebagai pekerja sekaligus mahasiswi. Tetap setia kepada keberaniannya bermimpi dan para malaikat kecil penggenap senja, sang inspirasi hidup.
            Selain pegarang endang masih banyak pengarang lain baik yang telah lama terjun maupun awam yang mengungkapkan karangan hatinya pada buku ini. Membuat buku ini semakin asyik untuk dibaca karena kumpulan karangan yang bervariasi yang memuat isi hati rakyat indonesia. Beberapa kata-kata puitis serta bermajas juga tak luput dalam setiap karaangannya. Namun kekurangan dari buku ini adalah ada beberapa karangan yang menggunakan kata-kata yang kurang pantas.
            Karena disarankan untuk membaca buku ini karena dapat menginspirasi semua pembaca untuk ikut serta dalam membantu membenahi negara khatulistiwa ini menjadi suatu negara yang lebih pantas.

Resensi “ DD Elegi Seorang Penyanyi Dangdut “


Resensi “ DD Elegi Seorang Penyanyi Dangdut “
Oleh Sulistyowati

Nama pengarang  : Ronierays
Nama karya                   : DD Elegi Seorang Penyanyi Dangdut
Penerbit                : Grafina Mediacipta
Tahun terbit                   : Juli 2004
Tebal buku           : 224 halaman
Warna sampul      : cokelat kehitaman
Gambar                : jari tangan
ISBN                    : 978-602-96889-1-7

          Affandi adalah seorang suami, ayah serta pemimpin keluarga yang bisa dikatakan sempurna. 1 anak laki-laki serta 2 anak kembar tak lantas mengurangi rasa sayang terhadap istrinya. Namun Prisyla ternyata tak sepenuhnya melimpahkan sayangnya kepada Affandi. Bahkan anak-anaknya tak jarang merindukan merindukan kasih sayang ibunya. Itulah Prisyla, ia masih saja membuka hatinya untuk mantannya Yohan setelah pernikahannya dengan Affandi selama 8 tahun.
            Hingga suatu hari Prisyla memutuskan untuk pergi dari rumah bersama Yohan. Ia tak mempedulikan lagi tangisan Bara anaknya yang menghalanginya untuk pergi. Setelah beberapa bulan hidup dengan Yohan, tak jarang ia dihantui rasa bersalah terhadap anak-anaknya. Namun itu bukan penghalang kebahagiannya dengan Yohan. Prisyla pun meelai menjajahi dunia tarik suara yang pernah ia geluti dengan di produseri Yohan.
            Suatu hari sikembar Daffa-Diffi yang mulai tumbuh besar mulai menanyakan keberadaan orang yang melahirkan mereka. Affandi yang tak tahu harus menjelaskan apa hanya mampu diam. Sementara Bara dengan nekanya mengaatakan bahwa ibunya telah meninggal saat menyelamatkan mereka di selat Bali dulu. Sikembar hanya bisa pasrah dan tak jarang mereka selalu mengirimkan do’a kepada ibunya.
            Disisi lain Prisyla mulai menemukan jati dirinya kembali sebagai penyanyi dangdut. Sampai 3 asisten pun telah disiapkan oleh Yohan untuknya. Namun Affandi, ia hanya bisa menatap indahnya wajah Bara saat tidur ketika ia merindukan istrinya.
            Affandi tak mau terlarut dalam kesedihannya. Ia ingin menunjukkan kepada Bara, bahwa ia ayah yang kuat. Affandi kini pun sudah sukses dengan usaha rumah makan Banyuwanginya. Bara pun membantu ayahnya. Hingga suatu hari, Prisyla memperoleh perlakuan dari Yohan yang membuatnya larut dalam kesedihannya. Dan itu membuatnya sadar bahwa Affandi merupakan laki-laki yang paling baik yang pernah ia temui. Prisyla berfikir untuk meminta maaf kepada Affandi. Ia pun menyuruh anak buahnya untuk mencari keluarga Affandi.  Hingga akhirnya, Prisyla pun menemukan keberadaan usaha Affandi. Namun di tempat itu yang ia temukan adalah seorang remaja laki-laki yang sudah pati ia yakini sebagai Bara. Bara pun yang melihat terkejut ketika melihat seorang artis yang tak lain adalah ibunya sendiri datang ke restaurannya. Hingga beberapa pertemuan pun ia lakukan tanpa sepengetahuan Affandi.
            Suat hari tanpa sepengetahuan Bara, dengan lancangnya Prisyla menemi Affandi. Affandi terkejut tak dapat berkata apa-apa. Sementara Daffa-Diffi sangat senang karena mengganggap artis idola mereka ternyata mengenali ayahnya. Ternyata pertemuan itu membuat Affandi sedih. Hingga ia sakit jantung yang dideritanya kambuh. Tanpa diketahui siapa pun ternyata Affandi telah meninggal. Paginya, Daffa yang membuka pintu kamar Affandi dan mendapati ayahnya terbujur kaku. Daffa berteriak membuat seluruh isi rumah termasuk Bara mendatanginya. Dan betapa sedihnya mereka.
             Selang beberapa hari prisyla datang. Namun Daffa-Diffi yang mengetahui yang sebenarnya telah benci terhadap Prisyla. Namun Bara berusaha menjadi dewasa dalam masalah ini. Setelah semua masalah Prisyla memutuskan untuk pergi dari rumah.
            Ronierays bukanlah siapa-siapa. Bukan anak pujangga atau anak dari keluarga seni. Berawal dari hobby menulis untuk mengisi waktu senggang, akhirnya selesailah DD. Walaupun sebelumnya ia ditolak oleh beberapa penerbit.
            Novel ini sangat baik untuk dibaca. Banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari kisah nyata ini. Kata-kata yang digunakan juga terlalu rumit.
           Namun kekurangannya pemakaian majas. Disarankan bagi semua untuk embaca novel ini selain untuk hiburan, dapat diambil hikmah dari kisah ini.

Resensi “ Menjadi Pembelajar Sejati “


Resensi “ Menjadi Pembelajar Sejati “
Oleh Siti Nur Rachmawati


Nama pengarang  : Purnadina
Nama karya                   : Menjadi Pembelajar Sejati
Penerbit                : Grafina Mediacipta
Tahun terbit                   : April,2010
Tebal Buku          : 228 Halaman
Gambar                : seorang bayi memegang buku
Isbn                      : 978-602-8597-28-9


Ingatlah Teman ; Kegagalan Bukanlah Akhir dari Segalanya

Semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan. Apalagi orang yang sudah sukses. Memang kegagalan merupakan hal yang paling di takuti bagi semua orang. Makanya, banyak dari mereka yang menyerah dahulu sebelum mencoba. Namun, pahitnya sebuah kegagalan akan berakhir dengan manis apabila kita tidak mau menyerah. Kesalahan terbesar kita adalah ketakutan untuk melakukan sebuah kesalahan, sehingga kita hanya bisa terdiam dan tidak mau melakukan sesuatu. Orang yang sukses adalah mereka yang telah menghadapi banyak kegagalan di sebelumnya.

Kelemahan Adalah Pemicu Semangat

Di jman sekarang anak-anak sekolah dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
Pelajar sejati, yaitu pelajar yang tahu kelemaha dan cara mengatasinya.Jadi buatnya tidak ada cerita jatuh ke dalam lubang yang sama.
Pelajar yang tahu kelemahannya, tetapi tidak tahu cara mengatasinya.Jadi dia bisa jatuh ke dalam lubang yang sama,tetapi dia juga bisa menghindar. Kemudian jatuh lagi.
Pelajar yang tidak tahu dan tidak mau tahu kelemahan dan tidak tahu cara mengatasinya.Tipe pelajar yang nomer tiga ini merupakan tipe pelajar yang hidupnya hanya main-main saja dan tidak jelas tujuannya. Dan termasuk tipe orang  yang masa depanya suram.

Untuk menjadi tipe yang nomer satu, kuncinya tentu saja dengan modal ketekunan dalam bekerja dan belajar. Apapun persoalannya,  pasti akan ada jawabanya. Jadi, kesempurnaan berasal dari titik dimana kita merasakn ketidaksempurnaan itu.

Nikmatilah Hidup Penuh Dengan Masalah

Masalah selalu datang secara tiba-tiba, dan mampu merubah semua hal indah menjadi hal yang penuh kegundahan. Banyak orang  yang  ingin terbebas dari masalah yang membuatnya cemas. Namun, kesuksesan tidak harus dilihat sebagai tidak adanya masalah dan kecemasan. Seorang manusia akan di naikkan derajatnya apabila dia mau dan pernah menghadapi suatu permasalahan. Apalagi kalau masalah itu sangat berat untuknya. Hidup tanpa adanya masalah, seperti air yang mengalir. Selamanya akan menjadi manusia yang biasa-biasa saja dengan jlan hidupnya yang sangat biasa.
Manisnya kesuksesan tidak akan kita nikmati apabila kita tiak pernah merasakan yang namanya kepedihan dan kecemasan. Serta mau menghadapinya dengan segenap kekuatan yang kita miliki.

Tidak Ada Ruang bagi Orang Pesimis

Sikat pesimis mampu merusak sistem mental seseorang atau banyaknya syaraf-syaraf yang tidak berfungsi normal. Sama halnya dengan narkoba. Pesimis bisa menjadi musuh dalam selimut bagi kita, karena ia mampu menghancurkan harapan dan menyurutkan langkah kita untuk mencapai suatu kesuksesan. Jika semakin lama berfikir negatif dan pesimis, kesuksesan akan semakin jauh dari kita. Jadi kita akan menjadi kalah sebelum mencoba.
Sikap pesimis mampu mampengaruhi diri sendiri, tapi juga kepada orang lain.  Karena selain meremehkan diri sendiri, ia juga meremehkan orang lain. Terkadang keistimewaan yang kita miliki bisa mendatangkan godaan untuk diri sendiri. Apalagi kalau orang lain tidak mau menerima keistimewaan kita. Alasanya tuntu saja mereka merasa iri karena tidak bisa seperti kita. Para pemenang adalah mereka yang selalu melihat sisi positif dala segala hal. Jadi kita harus memiliki kekuatan untuk tidak menunjukkan keistimewaan itu.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca semua kalangan, khususnya bagi para pelajar. Karena mampu memberikan motivasi tersendiri bagi para remaja tersebut. Apalagi di usia-usia pelajar seperti ini pasti sering  menghadapi masalah-masalah yang sulit untuk ia pacahkan. Selain itu, buku ini juga menggunakan bahasa yang mudah untuk di terima.Namun sayangnya, contoh yang digunakan terlalu banyak.

RESENSI: Kunci Pribadi MANTAB


Terbit: Juni 2010
Tebal: 252 halaman
Harga: Rp. 40.000,00
Penulis:  Diki Ahmad Zaman

Deskripsi:

“Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi sosok yang dikenang, meninggalkan kenangan manis, dan nama harum ketika meninggalkan dunia ini. Setiap orang pastilah menginginkan hidup yang sempurna, memiliki uang yang lebih, waktu yang tak mengekang, kesehatan yang prima, cinta yang berlimpah, kebebasan yang tak terbatas, dan kebahagiaan yang terus mengalir. Tetapi, bagaimana cara mewujudkannya?” demikian kutipan buku syarat akan motivasi ini.
Diki Ahmad Zaman (penulis) mengajak pembaca untuk lebih peka terhadap segala hal. Kepekaan itulah yang akan memberikan poin-poin plus dalam jiwa kita. Dalam Kunci Pribadi Mantap, penulis banyak bertutur tentang pengalamanannya. Cerita-cerita yang dia suguhkan, membuat buku setebal 274 halaman ini terkesan mengalir.

“Buku ini adalah ‘kumpulan inspirasi, arah, dan langkah motivasi hidup’ bagi setiap anak manusia yang ingin berhasil dalam hidupnya. Dimulai dari inner inspirasi, lalu dilanjutkan dengan memahami makna hidup, menentukan identitas diri, diikuti memunculkan keinginan, dan akhirnya mengekspresikan dan menikmati hasil. Saya dapat membayangkan, betapa indah dan bermaknanya hidup. Juga memberi kesemarakan dalam kehidupan anak manusia untuk mencapai hidup maksimal, sukses, bahagia, dan damai. Salam power—your power is yourself.”
SARFILIANTY ANGGIANI, S.E., M.M., M.B.A., Motivator Nasional & Pengarang Buku National Bestseller 8 Kekuatan Keunggulan Diri, Jakarta
(Website Leutika)

Beberapa pelajaran yang menjadi sorotan saya dalam buku ini, tertuang pada tiga pembahasan yang bagi saya sangat menarik sekali. Berikut ketiga ulasannya:

1. YAKIN

Untuk mendapatkan kesuksesan seseorang harus memiliki keyakinan dan optimisme.
Kelebihan dari pembahasan ini adalah:
Membuat seseorang dalam berbuat atau melakukan sesuatu penuh dengan semangat, percaya diri serta energi posotif yang mengendap didalamnya mampu tersampaikan dengan baik.

Kekurangan:
Apabila seseorang terlalu yakin dalam melakukan sesuatu, seandainya gagal akan menyakitkan dan kecewa. Perlu diberikan langlkah alternatif dari ulasan apabila suatu keyakinan harus pupus oleh yang namanya kekecewaan.

2. MASTER KEY TO SUCCESS

Mata, mulut, dan telinga merupakan alat/kunci untuk menambah wawasan pengetahuan. Oleh karena itu jangan mengabaikan salah satunya.

Kelebihan:
Mata digunakan untuk melihat kebaikan
Mulut digunakan untuk berbicara kebaikan
Telinga digunakan untuk mendengar kebaikan
Maka dari itu gunakanlah semua itu dengan baik dan jangan di salah gunakan ke hal-hal yang tidak baik.
Apabila mata, mulut, dan telinga digunakan hal yang tidak baik maka hasinya juga tidak akan baik.
 Suatu statement yang menurut saya menyegarkan sekali.

Kekurangan:
Saya masih belum bisa apa kekurangan yang ada di dalam uraian ini.

3. MASA LALU

Masa lalu yang sulit terlupakan oleh seseorang merupakan peristiwa yang sangat berkesan bagi seseorang. Pengalaman merupakan guru yang terbaik untuk meraih kesuksesan.

Ø Masa lalu dapat di jadikan pedoman untuk masa depan
Ø Masa lalu merupakan cermin kehidupan seseorang

Kelebihan:
 Saya paling senang uraian masa lalu ini, berkaitan erat dengan latar belakang saya yang sering enggan berpijak dari dunia masa lampau. sangat cocok dari berbagai ulasan yang ada.

Kekurangan:

Tidak menjelaskan bagaimana menghilangkan trauma masa lalu yang sebenarnya setiap orang kadang sulit meninggalkan ingatannya.
KESIMPULAN:
Buku ini sebenarnya sangat cocok untuk semua kalangan, baik dunia orang tua, remaja maupun ababil-ababil yang masih terbilang perlu dan terus membutuhkan motivasi seperti yang ada di dalam biuku ini. Gaya penulisan  Diki Ahmad Zaman sangat mengalir dan tidak dibuat layaknya menggurui. Sangat pas bagi pecinta buku untuk menambah koleksi benda kotak manisnya.
==================
Fajrin Ilmiyah

Selasa, 17 April 2012

Elegi September Untuk Masa Depan


Hembusan nafas ketakutan terdengar memburu di kamar yang sempit itu. Darah segar mengalir deras membasahi lantai dan menganak sungai. Gunting panjang tertancap tepat di atas perutnya. Sementara matanya membelalak lebar merasakan sakit saat ajal menjemputnya. Radit memperhatikan mayat tersebut dengan wajah ketakutan. Bibirnya bergetar dan wajahnya pucat sepucat mayat. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya yang kekar tinggi semampai.

“Aku tidak membunuhnya,“ katanya dengan suara yang bergetar. Suaranya hanya ia sendiri yang mendengarnya.

“Dia yang menginginkannya,“ sambungnya lagi. Ia beranjak dari tempat duduknya dan mendekati mayat yang telah terbujur kaku tak bergerak tersebut dengan tatapan yang tiba – tiba penuh amarah. Ia duduk jongkok di sebelahnya.

“ Aku tak habis pikir kau tega melaukan perbuatan itu padanya. Kau benar – benar biadab!!!,“ bentaknya dengan suara yang keras, lalu ia tertawa.

“Percuma aku berbicara begitu kepadamu. Toh, kau tidak akan mendengarkanku lagi karena kau sudah MATI!!“ bentaknya lagi seraya mencabut gunting panjang yang tertancap di perut mayat tersebut. Ia tidak berlama – lama membiarkan mayat tersebut tergeletak di lantai.

Di tengah malam yang disertai dengan suara lolongan anjing Radit membawa mayat tersebut dengan menggunakan sepeda motornya menuju ke sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat aliran sungai yang besar. Sesampainya di sana, ia menyeret mayat tersebut menuju semak – semak yang terdapat di pinggir sungai. Di sana ia membuka bungkusan selimutnya dan membaringkan mayat tersebut ke tanah.

“Selamat tinggal,” ucapnya pelan sambil menutup kedua mata mayat tersebut yang masih membelalak lebar. Lalu ia menyeret sebuah batu besar dan mengikatkannya di tubuh mayat tersebut. Dengan sekuat tenaga ia menyeret mayat yang telah terasa lebih berat dari sebelumnya itu menuju ke pinggir sungai dan menenggelamkannya di sana.

“Radit...tunggu gue, ngapain loe cuma ucapan begitu aja loe tersinggung amat!,” jelas Dimas sambil mengejar Radit yang berlari menghindarinya. Seorang Radit telah membuat hati sahabatnya luka dan tersinggung karena ucapannya.

“Loe tega banget nyeritain ini semua pada Safira!!! Aku tak tega ke dia karena mengetahui gue seorang yang hina. Gue bener-bener cinta ama dia, sekalipun dia membenci gue tak ada sedikitpun gue berbalik benci pada dia. Itu semua gara-gara loe yang telah ngejerumusin gue ke jalan yang telah membuat gue tergantung dengan hal ini,” balas Radit tak kalah seriusnya menyinggung Dimas.

“Hei sob, kalau loe nggak begini seperti gue loe gak kan pernah ngerasain bangku kuliah asal loe tahu aja ya duwit dari loe jual diri itu juga kan buat emak elu di kampung yang lagi sekarat itu, belum lagi adik-adikmu itu yang sekolah saja masih menunggak” sindiran Dimas kali ini sangat membuat Radit naik darah, tak terkendali lagi tangan kanan seorang karateka itu menyentuh keras dagu Dimas yang kala itu terlihat bekas cukuran di dagunya yang hijau kontras dengan wajahnya yang putih bersih.

“Loe marah ke gue nggak ada gunanya dit!!! Masalah loe itu sekarang ada di diri loe sendiri. Loe liat kan Safira saja udah muak ngeliat loe dan tenang aja gue akan bantu loe kok cari cewek yang lebih tajir dan lebih seksi dari pada dia yang sok alim itu,” ucapnya penuh percaya diri yang mendalam.

“Bangsattttt loe dim!!!! teman macam apa loe!!!,” umpat Radit.

Setelah perbincangan kala itu Radit sesegera mungkin mengejar Safira yang sedari tadi marah kepada dirinya. Dipacunya motor matic buatan Jepang itu dengan nafas yang masih tersengal dan air mata yang menetes membasahi wajahnya yang maskulin itu. Radit masih tidak siap menerima semua kenyataan atas kekecewaan Safira . Ia masih tak mempercayai seorang Dimas mampu setega itu melakukan semua hal yang tak ia duga dilakukan kepada Safira dan dirinya.

Sesampainya dirumah Safira, Radit langsung menggedor pintu halaman rumah Safira. Namun tak ditemui seseorang yang ia cari. Hanya seorang satpam saja yang memberi keterangan bahwa Safira belum kunjung pulang. Memang benar tidak ada mobil Honda Jazz milik ceweknya yang terparkir didepan halam rumah itu. Hati Radit seketika itu menjadi kalut. Rasa menyesal dan takut terus membanyanginya. Ia pun memutuskan untuk mencari udara segar menuju pantai Halmahera yang ia dan Safira kunjungi di kala waktu senggang keduanya. Pantai yang menyuguhkan panorama indah, angin yang semilir dan karang-karang yang nampak megah berdiri serta anak-anak kecil yang bermain pasir membuat istana kastil menurut imajinasinya masing-masing. Radit yang tengah duduk di atas batu granit besar yang di sampingnya di tumbuhi pohon damar yang besar pula merenungi setiap waktu jalan hidup yang ia jalani. Kembalilah ia teringat dengan sosok Safira yang setia menemaninya tiga tahun saat awal pertemuannya semasa ospek. Membayangkan Safira yang mempunyai hati baik, senyuman yang menenangkan dan gadis berjilbab yang selau membuat Radit tenang di sisinya membuatnya menahan tangis sehingga telah membuatnya cegukan. Namun terlihat sosok emak dan adik-adiknya yang membuat Radit terus bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga sejak kematian bapaknya sejak dia kelas tiga SMA. Suasana pantai Halmahera kala itu memang berawan tidak seperti biasanya. Radit pun memutuskan untuk pulang ke kost-kostannya berharap hujan tak mengguyurnya. Hati Radit mulai tenang dan dia sudah mapu menerima keadaan siapa dirinya, ia akan mencari pekerjaan lain menggantikan pekerjaannya menjadi gigolo yang membuat hidupnya berantakan.

Sesampainya ia di kostannya suara adzan maghrib telah berkumandang menyajikan nuansa batin yang tenang. Kamar kost Radit yang bersebelahan dengan kamar kost Dimas membuat Radit mempunyai pikiran untuk pindah dari tempat itu. Namun ia juga berpikir baru tiga bulan ia menyinggahi tempat kost ini padahal ia sudah membayar untuk satu tahu ke depan. Ia sempat melewati depan kamar kost sahabatnya itu.

“aaaa..ah..aa..ah..a..a..a..a..a..,” suara remang terdengar oleh telinga Radit ketika ia melewati depan kost kamar Dimas. Ia sepertinya mengerti siapa pemilik suara itu. Mata Radit seketika itu langsung membelalak dan dengan cekatan ia menggedor pintu itu. Karena tak ada jawaban ia langsung mendobrak pintu kamar Dimas dan didalamnya terlihat sosok yang sedari tadi ia cari. Sosok gadis itu berbeda dengan keadaannya sehari-hari. Hampir seluruh tubuhnya tak berpakaian hanya selimut usang yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya. Derai air mata keluar dengan deras melalui matanya yang cantik menjalar melewati pipinya yang sangat sempurna.

“Safira!!!! ada apa dengan semua ini, kenapa kamu berada disini??? Apa kamu telah……,” beribu pertanyaan telah ia hujamkan pada Safira hingga ia menggantungkan pertanyaannya yang terakhir

“Radiiiiitttt, aa..ak….akkku..akuuu,” ujar Safira terbata-bata.

“Akku… aaku…aku di perkosa dit,” sambungnya,

“Siapa yang melakukan semua ini???? Apakah Dimas fir?? Tolong bilang ke aku!

“i…ii…iiiyaaaa dit, aaaaaaaaaaaaaaa ,“ mendengar Safira yang mengakui ia telah diperkosa oleh Dimas, kembali darah muda Radit memuncak. Safira yang menangis di pelukannya ia lepaskan perlahan–lahan.

"bangsattttt!!!memang sebenarnya apa maunya dia, benar-benar biadab sekali dia!!!," rintih Radit.

"kenapa kamu bisa sampai di sini, kemana mobil kamu? Apa kamu diculik?,"

"tidak dit, setelah kejadian aku dengan kamu tadi siang di kampus aku tidak segera pulang, karena aku yakin kamu akan menghampiriku. Sewaktu aku akan pergi kamu bertemu Dimas dan aku menuju kantin. Aku tidak bisa pulang dalam keadaan emosi dit. Kemudian Dimas menghampiriku ke kantin dan dia mengajakku ke kostannya. Awalnya aku sempat menolak karena aku tak ingin bertemu kamu. Namun dia terus memaksa dan mengatakan agar aku ikut mobilnya dengan alasan agar kamu tidak curiga. Aku bingung saat itu dit, aku tak mempunyai teman untuk mencurahkan perasaanku. Berhubung dia mengajak aku iyakan saja tanpa menaruh rasa curiga dan akhirnya hal itu terjadi", penjelasan Safira yang panjang lebar semakin membuat hati Radit luluh lantah atas Dimas sahabatnya.

"maaf fir, aku tidak bisa menjelaskan sekarang. Masih ada hal yang lebih penting dari itu. Lebih baik kamu pakai dulu baju kamu, setelah ini aku antar kamu pulang," ujar Radit yang sepertinya memendam guratan amarah di wajahnya.

"aku tak ingin pulang dit, aku takut" jawab Safira.

"sudah, kamu bersikap biasa saja jangan tunjukkan kalau kamu bersedih," ucapa Radit penuh kesabaran.

Setelah selesai mengantarkan Safira, Radit menstarter motornya dengan kecepatan 110km/jam. Umpatan dan sumpang serapah warga pengguna jalan tak ia hiraukan. Untung saja jalan raya saat itu sepi. Radit mencoba mencari sosok sahabat yang telah menghancurkan kehidupan Safira. Dimas yang ia cari kala itu tidak ia temukan. Teman-temannya pun tak mengetahui keman` perginya Dimas. Tempat yang biasa ia jadikan tongkrongan tak memberi jawaban keberadaan Dimas. Kost-kostan yang Dimas tempati sudah seminggu sepi dari kedatangannya. Sudah satu minggu pula Radit mencari namun tetap saja hasilnya nihil.

Malam itu sekitar pukul 20.00 WIB tepat dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Radit baru saja pulang dari mengantarkan Safira untuk check up dirinya. Radit mengkhawatirkan Safira hamil akibat pemerkosaan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri. Sampai saat ini mereka berdua belum menceritakan tentang kejadian itu kepada siapapun. Mereka berkomitmen untuk merawat janin yang dikandung Safira apabila dari hasil laboratorium ia dinyatakan hamil. Nafas kelegaan menghembus kuat dari mulut dan hidung mereka berdua kerena hasil laboratorium yang menyatakan Safira tidak mengalami kehamilan. Radit yang merasakan capek, langsung saja menghempaskan tubuhnya pada kasur tidur kostannya. Lagu dari MP3 yang ia dengarkan lewat headset membuat ia terlelap dalam keletihannya. Sekitar jam 11.00 WIB ia terbangun teringat akan kewajiban sholat yang lupa dikerjakannya. Ia melewati koridor-koridor tempat kost untuk mencapai kamar mandi yang terletak di ujung tempat ini. Melewati depan kamar kost Dimas, ia mendengar suara seseorang di dalamnya. Ia berpikir itu mungkin penghuni baru tempat kost. Namun, setelah ia dengar lebih jelas suara yang sepertinya berbicara dengan orang lain di telepon itu adalah Dimas buronan Radit yang dua minggu terakhir ia cari. Ia mencoba mengetuk pintu itu pelan-pelan khawatir terdengar kamar yang lain.

"kleekk," pintu tersebut terbuka, Radit terkaget melihat siapa yang telah berdiri di dalamnya.

"hai sob.....lama ya kita nggak ngobrol, yuk masuk", tawar Dimas. Melihat siapa yang ada di hadapannya kembali buku derita Radit terbuka. Amarah yang membara dan rasa kekecewaan sepertinya sudah di hadapan matanya. Entah setan apa yang merasuki diri Radit sehingga ia langsung saja menerkam Dimas dengan tendangannya langsung mengenai tengkuknya. Spontan saat itu Dimas terjatuh terjerembab di bawah meja. Akhirnya adu mulut disertai kekerasan fisik pun terjadi. Entah malam itu malam jahanam seisi kamar kost tempat itu tidak ada yang keluar seorang pun. Hanya suara lolongan anjing dan ranting-ranting pohon berhembus mencakar temdok rumah menjadi saksi dua pemuda yang dilanda emosi.

"Asal loe tau saja, gue tersiksa melihat loe jalan terus dengan Safira. Gue ada hati sama dia, namun kedahuluan loe. Aku tau Safira nggak mungkin suka ma gue. Loe bisa saja memiliki dia selamanya, tapi aku lebih dulu memiliki keperawanannya," ucapan Dimas seketika itu adalah ucapannya yang terakhir. Gunting panjang yang terletak diatas meja itu diambil alih oleh Radit dan sudah ditancapkan diatas perut Dimas.

Keesokkan harinya polisi menemukan mayat tersebut. Disertai bukti-bukti yang kuat dari saksi dan kerabat korban termasuk Safira ceweknya dengan mudah polisi menetapkan tersangka kepada Raditya Adigunarta (Radit).

Dua hari penetapan tersangka pada Radit, masyarakat pesisir Pantai Halmahera menemukan mayat yang menggantung pada ranting kokoh pohon damar diatas batu granit. Safira sangat terkejut setelah melihat keadaan Radit yang sangat mengenaskan itu.

Dua tahun kemudian . . . . . . .

“Ayo naik ke atas!!” teriak Safira dari atas kepada seorang cowok kurus berkacamata dan mempunyai lesung pipit di pipi kirinya itu.

“Nggak ah! Di bawah aja!!” teriaknya.

“Ayo dit!!” teriak Safira lagi sambil meraih tangan Radit dan menariknya ke atas.

“Tu liat? Indahkan pemandangannya?”

Radit mengangguk pelan. Ia tersenyum sambil menghirup udaranya dalam – dalam. Ia merentangkan kedua tangannya di ujung batu besar tersebut. Baju kemejanya melayang – layang seperti terbang. Safira tertegun melihat pemandangan itu. Tanpa sadar airmata menetes dan mengalir di pipinya. Radit melihatnya dengan heran.

“Ada apa dek?” tanyanya dengan nada heran. Safira menyeka air matanya dan langsung memeluk tubuh Radit. Radit mengusap rambut panjangnya dengan lembut. Perlahan Safira melepaskan pelukannya.

“Gaya kamu tadi mengingatkan aku pada seseorang,” ucapnya lirih. Radit mengernyitkan dahinya.

“Siapa?”

“Orang yang paling kucintai.”

“Siapa dia dek?” tanya Radit lagi dengan raut wajah yang sedikit cemburu.

“Namanya Radit,” jawabnya singkat.

Radit makin tidak mengerti.“Kamu lucu ya dek. Itu aku kan?” tanyanya tertawa kecil.

Safira berjalan perlahan menuju pohon damar besar yang tumbuh di atas celah batu granit besar tersebut.“Dulu aku punya pacar. Namanya Radit.”

“Oh . . . aku sekarang tau, kamu terima aku jadi cowok kamu karena namaku sama dengan mantan kamu yang dulu,” komentar Radit dengan nada malas. Safira mengelus pipinya pelan.

“Kau cemburu?” Tanya Safira tersenyum manis.

“Aku nggak cemburu, siapa lagi yang cemburu?” bantahnya dengan salah tingkah.

“Kamu nggak perlu cemburu lagi sama orang yang telah meninggal,” ucap Safira mengejutkan Radit.

“Maksudmu?”

“Ya, Radit telah meninggal bulan September dua tahun yang lalu . Dia bunuh diri. Tepatnya di sini, di pohon damar itu,” jawab Safira seraya menunjuk pohon damar besar nan rimbun yang tidak diketahui berapa usianya itu.

Wusshh . . . . !!!! seketika hembusan angin menjadi kencang menerbangkan dedaunan kering yang berserakan di bawahnya. Tiba – tiba tubuh Radit menjadi dingin. Bulu kuduknya berdiri. Ia merapatkan kedua tangannya di dada.

“Raditya Adigunarta, menjadi buronan setelah membunuh temannya sendiri,Dimas.Terakhir dia mengakhiri hidupnya di sini,” kenang Safira. Dahan pohon beringin tersebut mulai bergerak – gerak ditiup angin. Bunyinya gemerisik seakan memberi pertanda bahwa Radit hadir di tengah – tengah mereka berdua.

“Tragis sekali nasibnya.”

“Kau tau mengapa dia membunuh temannya?” tanya Safira. Radit menggeleng.

“Dia membunuh temannya karena temannya tersebut telah memperkosa aku.”

Radit terkejut mendengarnya. Satu hal penting yang tidak diketahui olehnya selama ini akhirnya terungkap dari bibir Safira sendiri.

“Apa? Perkosaan?” katanya terkejut.

“Ya, aku ingin jujur kepadamu dit. Dan kuharap kau bisa mengerti. Kalaupun kau ingin meninggalkanku sekarang, aku siap menerimanya,” ucapnya dengan mata berkaca – kaca. Radit memegang kedua tangannya. Lalu ia meminta Safira melanjutkan cerita.

“Dimas memperkosaku karena dia cemburu kepada Radit,”.

Radit mengernyitkan dahinya.

“Cemburu?”

“Ya, karena Dimas sedari dulu menyukaiku tetapi Radit menjadi pemenang di hatiku“Sudahlah dek. Yang lalu biarlah berlalu. Aku bisa menerimamu apa adanya walaupun dulu kau pernah dilecehkan,” kata Radit menenangkan sambil mengusap punggungnya pelan.

“Terima kasih dit,” ucap Safira dengan suara yang serak.

“Walaupun kau telah tiada, kau tetap akan selalu ada di dalam hatiku, dit. Aku tidak bisa membencimu walaupun telah kucoba berulangkali. Kini aku memulai lembaran kisah hidup yang baru. Kau lihat!! sekarang aku juga punya pacar. Namanya RADIT. Sama saat aku memanggilmu dulu. Oh iya, kalung liontin pemberianmu masih kusimpan baik – baik, begitupun dengan jaketmu. Kau dulu pernah berkata “Jika kau rindu aku, pakai saja jaketnya. Aku akan hadir di dekatmu.” Aku selalu ingat akan kata – kata itu,” ucapan Safira itu hanya ia saja yang mendengar. Sementara Radit masih sibuk dengan matanya yang menikmati Pantai Halmahera dari atas batu granit besar persis seperti ulah Raditya Agunarta dulu.

LeutikaPrio For Your Graduation


LeutikaPrio For Your Graduation


Hobi nulis tapi masih berseragam alias pelajar dengan uang saku pas-pasan? Jangan minder lalu mundur. LeutikaPrio bikin program khusus nih.

Untuk kalian yang LULUS SMP atau SMA pada tahun 2010 dan 2011 dengan nilai rata-rata 8, disediakan VOUCHER PENERBITAN senilai @ Rp 200.000,- yang bisa dipakai untuk semua paket penerbitan selain express.

Mau? Caranya gampang banget.
1. Likes fanpage FB Leutikaprio.com dan follow twitter @leutikaprio.
2. Scan ijazah + biodata lengkap dan kirim ke eventleutika@hotmail.com dengan subjek: FOR YOUR GRADUATION sebelum 30 April 2012
3. Bikin status/ twitt tentang program For Your Graduation dan upload gambar di bawah ini di akun pribadi kalian. Tag/mention minimal 4 teman

Sabtu, 07 April 2012

LRS PEDULI 1000 BUKU


Punya buku bekas di rumah?
Lemari sampai penuh?
tenang jangan dikilokan lebih baik diamalkan...
Beramal baik dengan buku?
Bisa kok!
LRS Pasuruan akan mewujudkannya, yuk simak info ini!


Leutika Reading Society Pasuruan adalah suatu komunitas baca yang diprakarsai oleh Penerbit Leutika dan Leutika Prio. Suatu penerbit buku indie terkemuka di Indonesia.Berawal dari komitmen LRS Pasuruan yang berusaha berkontribusi aktif untuk meningkatkan minat baca, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, kami akan menggelar LRS PEDULI 1000 BUKU untuk beberapa saudara kita yang kurang mampu (panti rehabilitasi, rumah singgah, dan sekolah yang minim buku bacaan). 


Kriteria buku yang kami terima:


1. Buku BEKAS (diperbolehkan buku masih baru)

2. Mempunyai isi yang lengkap, artinya halaman dan cover/sampul buku tidak boleh robek apalagi kurang/hilang.

3. Buku yang berlaku adalah buku paket pelajaran dari SD s/d SMA atau sederajat, karya fiksi/non fiksi, komik, kamus, buku motivasi, kumpulan rumus majalah dan lain-lain (kecuali buku tulis, LKS, koran, tabloid atau semacamnya)

4. Tidak mengandung unsur pornografi dan konflik SARA.



Buku dapat dikirimkan ke alamat JEFRI SETYAWAN:
a. SMAN 1 Grati, Jl. Raya Sumurwaru 32 Nguling-Pasuruan 67185, atau
b. Rumah koordinator, Jl. Raya Sumurwaru 19 Nguling-Pasuruan 67185


Atau dalam bentuk donasi/uang ke nomor rekening:
Bank BRI: 6476-01000-881100 a/n Fatchurrohman cabang Nguling.



Pengiriman dibuka mulai tanggal 7-28 April 2012




SPECIAL REWARD: setiap 2 buku yang disumbangkan akan mendapat 1 kupon undian berhadiah 1 eks/pemenang buku best seller Leutika dan Leutika Prio Publishing, Pulsa dan beberapa merchandise menarik lainnya. (INI SERIUS!)


Enak kan? nyumbang buku bekas dapat buku baru, dapat pahala juga. Aamiin...


Siapa yang akan peduli akan nasib mereka. Kalau bukan kita yang memulai.



Salam, Leutika Prio


NB: kami menerima sumbangan dalam bentuk apapun. Intinya akan direalisasikan dalam bentuk buku.


Contact Person:
JEFRI (087754417749)
ELA (081234364809)


tolong di share ya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites