Translate

Quotes

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Pramoedya Ananta Toer)

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Kiat Nilai Rapor Bagus: Pahami Dulu Tipe Guru Anda!

Horeee…
Hari libur lebaran tersisa beberapa hari lagi. Itu artinya, semua akan kembali normal seperti sedia kala. Mungkin bagi para pekerja kantoran kesibukan sudah dirasakan, tetapi bagi anak sekolah nih masih ada waktu buat mempersiapkan segalanya. Oh iya, karena momen lebaran ini bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah tentu kalian bakal menghadapi suasana kelas dan kondisi belajar yang baru. Contohnya nih, siswa yang sekarang lagi di kelas tiga SMP atau SMA gaya belajarnya pun nggak pasti sama. Pasalnya kalian harus benar-benar menyiapkan bekal buat menghadapi yang namanya ujian-ujian. Karena, selain ujian nasional nih, nilai ujian sekolah juga diperhitungkan lho. Lalu nilai ujian sekolah itu didapat dari mana? Pastinya dari rata-rata nilai rapor kalian, kedua dari ujian sekolah dan ujian sekolah juga ujian praktik. Tapi jangan stress dulu, untuk saat ini kalian hanya nyiapin saja gimana nantinya nilai rapor kalian itu memuaskan dan perlu kalian tahu, nilai rapor juga bisa digunakan untuk melamar ke PTN nantinya. Biar hasil rapor kalian memuaskan, nih aku kasih beberapa tips yang tahun kemarin aku praktikkan (Aku baru lulus dari SMA tahun ini).
Kelas tiga (baik SMP dan SMA), pasti kalian akan mendapat guru baru. Dan kalian tahu, tiap-tiap guru mempunyai beberapa karakter yang berbeda-beda.  Di sini kalian harus pintar-pintar membaca karakter dari guru kalian. Karena nilai adalah subyektif atau obyektifnya karena guru. Ada beberapa model guru disekolah.

1.      Tipe Durian

Guru tipe durian ini adalah sosok yang menakutkan. Secara first impression kalian bakal nge-judge guru tipe ini dengan berbagai sebutan yang negatif. Guru killer, Si Mata Tuhan, Si Mulut Berbisa atau apalah yang penting jangan panggil beliau suster ngesot. Lo tau kan guru nggak mungkin jadi suster ngesot! Apalagi suster keramas! TIDAK AKAN!!! (korban film horror). Percaya deh, lo musti liat sisi lain guru tipe ini. Guru tipe ini kadangkala mempunyai sisi yang jauh lebih baik dari guru yang terkenal baik. Mirip durian.

2.      Tipe Aroma terapi
Macam bagaimana guru tipe aroma terapi? Maksudnya, sosok guru ini sangat baik sekali untuk diajak kompromi, diajakin curhat dan kadangkala guru seperti ini adalah guru yang disukai murid-murid. Tapi jangan salah kira, dibalik ketenangan aura yang dibawanya, guru tipe ini memiliki sikap yang tegas dalam menentukan nilai. Meskipun guru tipe ini ibaratnya friend lo, dia akan adil dalam menentukan penilaiannya. Jelek ya jelek, bagus ya bagus.

3.      Tipe Mengkudu
Guru tipe ini lebih parah dari guru bertipe durian. Guru tipe ini selain ditakuti para siswa juga sangat ditakuti dalam memberikan penilaian. Guru tipe ini sangat plin-plan dan semau sendiri dengan penentuan nilai. Kadangkala penilaian yang justru kita anggap sempurna akan dianggapnya biasa-biasa saja dimatanya. Bahkan penilaian yang kita anggap jelek bisa mendapat nilai plus di matanya. Ingat, tipe mengkudu terkenal dengan emosinya yang tidak diduga-duga.

4.      Tipe Bola Pimpong
Guru bertipe bola pimpong kecenderungan memiliki sikap yang menyatu dengan siswa. Guru tipe ini biasanya dialami oleh para junior guru di sekolah. Karena seolah-olah guru sebagai teman, seringkali penialain guru ini hampir berubah-ubah. Dan dalam pengajarannya guru tipe ini seringkali menuruti permintaan siswanya. Siswa meminta bercerita ia akan menuruti. Siswa meminta PR dikerjakan di sekolah dia mentolelir.
Tips:
Jika kalian mendapati guru yang terkenal tegas, disiplin dan cinta kerapian, kalian nggak mungkin kan mengikuti pelajarannya secara ‘semau loe sendiri’. Artinya, kalian harus pintar-pintar menempatkan diri kalian sebagai diri guru kalian. Ambil contoh: anggap saja kalian adalah seorang siswa yang hobi olahraga, tiap jam istirahat tak lepas dari yang namanya olahraga. Nah, kalian juga harus mengatur jika kalian akan diajar oleh guru yang suka kerapian, suka kebersihan dan tidak ‘amburadul’ penampilannya, tentu kalian jangan menghabiskan waktu istirahat kalian dengan olahraga. Kalian tahu, sehabis olahraga tentu kalian dan akan berkeringat dan keringat itu akan berbekas pada baju kalian dan begitu lama untuk mengeringkannya. Seorang guru akan melihat penampilan luar kalian terlebih dahulu. Guru akan mudah membedakan apakah kalian termasuk golongan siswa yang rapi atau jauh dari kata bersih. Posisikan diri kalian sebagai orang rapi, wangi dan bersih ketika sang guru tipe ini mengajar. Kalian akan mendapat nilai plus dimatanya dan itu juga membuka kesempatan kalian lebih dekat mendapatkan perhatian darinya.

Setelah mendapatkan respon yang baik dari seorang guru, hal yang wajib kalian pegang teguh ialah “you must to remember earth”. Artinya, tanamkan sikap rendah hati kalian karena guru tidak akan suka atau  bahkan risih dengan murid yang terlalu sombong. Dan jangan coba-coba mencari perhatian yang seakan-akan kalian menunjukkan “ini lho gue” karena apa? Hal itu terkesan kalian adalah murid yang akan membahayakan posisi guru tersebut di kelas. Bukankah sombong akan dekat dengan sikap paling membenarkan diri sendiri? Jalin kerjasama yang baik dengan guru. Usahakan kalian membantu memecahkan masalah ketika guru kalian merasa kesulitan atau ketika belaiu melempar kembali suatu permasalahan. Tentu hal ini harus diimbangi rasa yang sopan dan tentu stay cool meeenn. Seorang guru tidak akan suka  dengan orang yang suka mengkritik bahkan menghakimi suatu hal. Entah saat pelajaran ada teman kalian bertanya, jangan coba-coba kalian nyeletuk “Gitu saja nggak bisa!” atau semacam ucapan “oh, jangan tanya terus kenapa, kapan mulainya pelajaran”. Intinya kalian harus sopan dan enyahkan jauh-jauh rasa ingin menang sendiri, sok pintar dan sombong kalian. Ya, meskipun kalian adalah murud yang pintar bahkan jauh lebih pintar dari seorang guru, ingatlah dimana bumi kalian berpijak.
Oke, itulah tips pertama dari saya, hehe.

 Semoga sukses!

Selasa, 06 Agustus 2013

Ada Apa Dengan Ketupat dan Idul Fitri?

Lebaran tiba. Saatnya makan ketupat. Tradisi ketupat lebaran sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Kenapa ketupat? Kapan tradisi membuat ketupat ini dimulai? Sayangnya, belum ada referensi ilmiah tentang makanan khas ini. Namun, ada yang mengira-ngira, tradisi membuat ketupat sudah ada sejak masuknya Islam ke tanah Jawa, sekitar tahun 1400-an.

 
default.tabloidnova.com


Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat . Kata kupat berasal dari suku kata  ku = ngaku (mengakui) dan    pat  = lepat (kesalahan) . Sehingga ketupat menjadi simbol mengakui kesalahannya.

Tradisi ketupat lebaran kiranya dapat dikaitkan dengan peran para wali, terutama walisongo dalam penyebaran Islam di Indonesia. 

Boleh jadi, tradisi kupatan sudah ada pada zaman pra-Islam Nusantara, sebagaimana tradisi selamatan yang juga sudah ada dan berkembang di Indonesia. Namun tradisi kupatan kemudian memperoleh sentuhan baru di zaman penyebaran Islam oleh Walisongo di dalam kerangka untuk menghadirkan tradisi yang akomodatif atau akulturatif di dalam masyarakat Jawa dan Nusantara pada umumnya.

Dari sisi bahasa, kupatan (bahasa Jawa) kiranya berasal dari kata Kaffatan (Bahasa Arab) yang memperoleh perubahan bunyi dalam ucapan Jawa menjadi kupatan. Sama dengan kata barakah (bahasa Arab) menjadi berkat (bahasa Jawa) atau salama (bahasa Arab) menjadi selamet (bahasa Jawa).

Maka secara istilah, dapat dinyatakan bahwa kupatan adalah simbolisasi dari berakhirnya bulan puasa dan menandai terhadap kesempurnaan atau kaffatan di dalam kehidupan individu dan masyarakat. Jadi tradisi kupatan sebagai penanda terhadap keislaman manusia yang sudah sempurna.

Sebagaimana di dalam Al-Qur’an disebutkan:

“udkhulu fi al silmi kaffatan, wa la tattabi’u khuthuwat al syaithon, innahu lakum ‘aduww al mubin”.

Yang artinya kurang lebih “masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara sempurna dan jangan kamu ikuti jalannya syetan, sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata”.

Dalam gambaran para waliyullah itu, bahwa kupatan adalah simbolisasi seseorang yang sudah memasuki Islam secara sempurna. Indikasinya sebagai berikut:

1. Sudah melaksanakan puasa sebagai tazkiyat al nafs
2. Melaksanakan zakat sebagai tazkiyat al mal 
3. Dan juga hablum min al nas dalam wujud saling silaturrahmi untuk meminta maaf kepada sesama manusia. 

Orang yang seperti ini maka digambarkan sebagai orang yang kaffah, sempurna. Kehidupannya telah memasuki dunia fitrah, suci dalam konsepsi keberagamaan.
 
Selain itu, ada juga yang bilang, ketupat atau kupat berasal dari kata laku papat . Laku  artinya perbuatan , papat  artinya empat . Kempat perbuatan yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan sampai 1 Syawal itu adalah: puasa Ramadhan, tarawih, zakat, dan salat Ied.

Tradisi menyajikan ketupat pada hari Lebaran, bukan hanya ada di Indonesia. Di Malaysia, Brunai, Singapura, Filipina, juga Kepulauan Cocos (di Australia) ternyata ketupat juga dibuat saat merayakan Lebaran.

Senin, 28 Mei 2012

MENJADI PEMBELAJAR SEJATI


Seringkali kalau bermain pesbuk membaca status yang penuh dengan motivasi, kata-kata yang indah sehingga tak khayal membuat kita meneteskan air mata. Tapi bagaimana kalau isi dari status orang lain terkesan GALAU?  ALAY? Entah dari planet mana si Penulis status berasal sampai buat mata kita pegal. Pasalnya kadang ia menulis gini, “AaKkKkhGh CwwennenK BhAgEtD tDi di ChAppHa Chaama K2k KlzZz.. Asseg22.. .”
Kadang ada pula yang nulisnya gini, “Iichkk,, @!# Qh4mO33 Jh4hh4DDt, KnP mHtU55IN 4q0o03 S!hh... Dz@r CwwoQ Bu4y@@... .”
Saya bisa pastikan 7 dari 10 pembaca jelas pernah bersikap demikian. Lalu apa hubungannya dengan “GALAU+ALAY” dengan judul kita?
Ada dong, tapi dipaksakan saling berhubungan saja ya... hehehe

Masa kini adalah masa satu detik setelah masa lalu. Betul nggak? #anak bintilan juga tau kaleee...
Masa kini yang diwakili kata tersebut adalah panduan yang menuntun untuk menjelajahi dan menelusuri jalan ke depan yang pasti. Seperti apa saja rintangannya, sesulit atau semudah apa hambatannya, seberapa bersahabat suasananya, bergantung pada keinginan kita, fokus kita.
Dengan modal kemampuan yang dimiliki, dengan pedoman yang didapat dari informasi, rintangan seberat apa pun, suasana sesulit apa pun tidak pernah bisa menghalangi kita untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang sudah menjadi impian kita.
Masa kini adalah masa di mana impian harus segera diwujudkan. Masa kini adalah masa di mana genderang perang dibunyikan, Pertaruhannya menjadi LAKUKAN dan TAKLUKAN, bukan lagi RENCANAKAN atau TULISKAN. Seluruh kekuatan difokuskan untuk melakukan cara yang bisa meraih impian. Saatnya bekerja keras dan bekerja cerdas.
Misi pribadi harus segera diwujudkan pada masa kini. Misi yang ketika terwujud akan membuat hidup mejadi terasa lebih sempurna, karena semua itu adalah keinginan hati, berasal dari kejujuran yang akan membawa menuju keseimbangan hidup, hidup di titik impian.
Kesimpulannya apa ya?
Cukup simpel, kamu hidup di masa kini, jadikan nikmat Tuhan sebagai ajang percaya atas janji yang telah dijanjikan oleh-Nya. Jadi nggak perlu deh, kamu acara galau-galau-an.
Saatnya meraih mimpi.
Bumi adalah kuburan peradaban. Dan kita berjalan beriringan dengan impian diatasnya.
(Jef Kenzie)
Jefri Setyawan (xi is 4)

Priyayi, Berita Permata di Ujung Negeri


Priyayi, Berita Permata di Ujung Negeri
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku bertumpah darah yang satu,
 tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku berbangsa yang satu,
 bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.
Sepintas tersirat makna kalimat diatas. Kita satu, dalam satu tempat untuk satu tujuan. Sesuatu yang selalu di koar-koarkan di luar sana. INDONESIA!!!!!!!!!!!
Namun, tengoklah kenyataannya sekarang. Apakah setiap pribadi di setiap daerah juga diwakili dengan satu kata kebanggaan tersebut? Itulah sebuah berita, kadang ada, tak dianggap bahkan selalu dipuja laksana permata. Indonesia adalah satu kesatuan dari sebagian diri yang terkumpul oleh berbagai banyaknya tujuan pribadi yang jumlahnya 229.964.720 jiwa. Memang, sulit menyatukan keinginan yang merangkainya menjadi satu kata INDONESIA. Banyaknya demo, mogok makan dan korupsi pun adalah potret dari pribadi yang tidak pernah mengenal arti kesatuan. Menjadi jiwa yang resah atas dirinya sendiri, lalu memanfaatkan peluang dalam kesempitan hingga berakhir kekecewaan. Itulah mereka. Berbeda, dari sosok kaum yang tengah diam. Kaum yang bungkam. Dan kaum yang pasrah tentang apa yang bakal ia terima sebagai kewajibannya nanti.
Keadaan masyarakat yang tenang, hampir jauh dari kata unjuk rasa. Namun tunjuk rasa mereka junjung tinggi-tinggi. Permata diujung timur, Papua. Wilayah yang serba kaya ini sangat cocok bagi kita untuk transmigrasi. Yang sudah muak dengan kaum atas yang sama sekali anti tunjuk rasa. Wilayah yang mirip dengan kepala burung in tak beda jauh dengan cara berfikirnya. Masih natural, itulah yang penulis tahu. Banyak sekali perwakilan anak Papua yang melenggang hingga kancah Nasional. Terbitnya pemain sepak bola handal, calon ilmuwan fisikawan dunia, bahkan putri Papua selalu menyabet gelar putri persahabatan dalam event ratu kecantikan. Wilayah yang kaya, alam yang masih hijau. Anginpun dengan pelit berhembus kencang. Terik panas yang masih kabur terlihat. Karena pohon menopangnya dengan tanduk-tanduk yang perkasa. Dalam hal ini, inilah dunia impian kaum priyayi. Kaum yang masih pegang teguh kesatuan. Kesatuan yang bakal menjadikan Indonesia mercusuar dunia, Dan itu tugas kita, transmigrasi kesana atau mengimitasinya dalam hati kita. Anda punya pilihan mulai sekarang.

CINTA MEMBACA 3: Metafora Diri




Goresan tinta yang masih basah tercetak begitu ayu. Tangan yang menyangga dagu, mencari ide yang mengajak berteka-teki. Pojok kamar terlihat tumpukan buku yang tersusun rapi menampilkan dioama yang ceria. Keseharian sebagai pelajar suatu yang wajar dari dunia membaca dan menulis. Apa??? Wajar???. Omonganku ini berbanding terbalik dengan ketika ingat waktu itu. Keki banget dengan menulis, apalagi membaca. Namun, terbukti sekarang uang jajan yang biasanya untuk main PS kini terealisasikan dalam bentuk benda kotak yang tengah saat ini ku kagumi.
*****
Masih kuingat siang itu . Seperti remaja biasanya seusai sekolah tujuan utamaku ialah warnet. Maklum saat itu warnet adalah hal yang baru meracunu desa. Pesonanya seakan trending topic tiap harinya Tak luput dari rencana untuk membuka facebook, jejaring sosial yang makin ngetrend. Lama waktu klik sana klik sini tak terasa sudah 50 kali jarum bertemu kembali dengan angka 12 nya. Hari itu begitu miris, uang saku hanya cukup untuk membayar 1 jam, saya harus terima nasib akhir bulan. Akhir-akhir ini isi dompet memang kering. Berjuang memanfaatkan waktu seoptimal mungkin. Terlihat sebuah foto menarik terpampang di wall profil FB saya. Saat itu memang tak terbesit untuk melihat apa isi dan apa tujuan bahkan siapa yang menandai saya. Berhubung waktu yang mengejar, tancappppppp!!!!!!. Emosiku seakan dipermainkan. Sepintas terlihat tulisan rupiah yang cukup menggiurkan tercetak di dalamnya. Siapa yang menolak melihat bila ada pengumuman yang memancing uang di dalamnya. Klik.
Gambar itu menampilkan sosok aslinya. Namun masih proses. Loading. Ya memang lemot sekali warnet disini. Maklum penggunanya banyak, warnet baru belum satu minggu usianya.
 Jlebbbbb!!!! Komputer di depanku padam, suara tat-tit-tut komputer bilik lainnya mengikuti langkah benda di depanku. Aku menggerutu kesal dalam hati. Semua ibarat kita minum tetapi tanpa air. Benar-benar bikin naik darah. Kuputuskan untuk pulang, dan aku hanya membayar 1 jam saja.
Pernah ngerasain satu jam nahan pipis atau mules di tengah macet? Muka pucat, keringat mulai mengucur deras dan sudah diujung tanduk!
Perasaan itu aku alami sepanjang perjalanan pulang ke rumah.
Malamnya, tak ku sia-siakan pergi ke warnet. Apalagi kalau bukan melihat gambar itu. Memang rasa penasaran remaja lagi hot-hot nya.
"Monyetttttt!!!!!!"
"Biawak laknat!!!!"
"Eh Astaghfirullah!!!"
Tragedi! Hampir satu jam kombinasi sumpah serapah, kata-kata sampah, sekaligus ucapan tobat keluar dari mulut saya.  penyebabnya: Hampir satu jam lamanya saya harus mengantri di warnet itu. Saya masih berkeliaran mondar-mandir kayak mandor berharap-harap cemas, eh berharap-harap melas. Salah satu dari orang yang ada di bilik itu seperti mau keluar. Dan benar jreengg....jrengggg!!! Ada juga yang keluar. Langsung saja aku tancap komputer itu. Buka www.facebook.com lalu log in dan buka wall tadi. Lama, dan masih mencari dimana gambar itu. Dimana….dimana…..dimana…..
Dan klik. Jrengggg....jreng.....
Ku baca dengan seksama kalimat yang ada di gambar tersebut.
"Monyet kampung!!!,"
“Eh Astagfirullah”
Siapa yang tak kesal bila itu adalah banner lomba cerita pendek yang diadakan oleh FLP cabang Probolinggo. Apa tidak tahu, saya sangat ogah banget ikutan. Gak ada waktu. Tapi, yang lebih tepatnya saya males ikut gituan. Sudah nggak bisa nulis eh mau ikut begituan. Jangankan nulis, baca saja emak saya harus habis-habisan ngomelin saya dulu. It's not my type!!!!!!
Tapi, kupandangi lagi. Hei....!!!!
Hadiahnya itu loh nggak tanggung-tanggung 500 ribu bro. Ah pusing banget kepala saya. Pengen ikut tapi, nggak pernah nulis. Yaiyalah gimana bisa nulis cerita, baca aja nunggu ditimpuk sapu.  Tapi, saya butuh uang. Beginilah nasib anak remaja, kemana-mana harus sok bawa uang.
Rupanya seorang Jefri akan berubah. Ya, saya mengambil tantangan itu. Dan anda tahu, apa yang saya lakukan setelah itu???
KLIK! tek-tek-tak-tak-tek KLIK!
Tertulis "Kumpulan Cerpen" pada google search. Ya, saya mulai mempelajari tulisan orang lain. Ampun dah, baca belum dua menit mata sudah kelap kelip. Rasa kantuk mulai menyergap si anti baca. Derita gue banget sih. Namun, karena tekad membara, semangat yang 45 dan niat lahir batin ingin memenangkan kontes itu, ceilah..... Kontes! maksud saya, lomba cerpen itu, tiap waktu terus saya mencari bahan untuk cerita saya. Saat sekolah tiap jam istirahat mencoba ke perpustakaan. Banyak yang memandang aneh diri saya waktu itu. Ada yang menggumam ada pula yang rupanya berbisik-bisik tetangga. Ya iyalah, seandainya kalian kenal saya tentu anda terheran-heran. Kena demam apa ini anak sampai masuk perpustakaan. Sekali lagi, semua itu terpatahkan dengan semangat 45, tekad membara dan niat lahir batin saya. Entah sudah mendekati deadline masih saja saya tak mendapatkan ide sama sekali. Ku ingat sepintas pesan bapak Dwi Cahyo guru matematika saya di SMA yang berkata "Menulislah selama sepuluh menit tanpa henti, dan tulislah apa yang ada di fikiranmu". Hal itulah yang saya lakukan menjelang deadline  malam itu. Bisa anda bayangkan, seorang yang phobia baca tulis, menulis cerita dalam waktu semalam? Apa jadinya??. Deadline kala itu 1 Juli 2011, dan tepat pukul tiga sore saya mulai mengetik cerita itu. Dengan ditunjang kemampuan ilmu komputer yang pas-pasan saja, ditambah niat yang menggebu-gebu. Akhinya tepat jam 10 malam cerita itu rampung sudah.
Tetapi tak lengkap bila seorang Jefri hidup tanpa kendala. Dan masalah datang lagi. Karena saat pelajaran TIK saya tidak suka membaca, maka saya kesulitan untuk mengirim email. Ah, betapa malunya anak SMA minta bantuan sama mbak pemilik warnetnya.
Haaaaaahhh!! Akhirnya selesai juga tepat jam setengah sebelas.
Dua minggu saya menanti pengumuman itu. Kembali rasa pengen pipis, tangan dingin untuk kedua kalinya saya rasakan.
Dan jrenggg...jreng..... Pengumuman sudah dimulai.
 Dan ternyata naskah first time saya berhasil tidak lolos. Mimik muka saat itu bagaikan hantu. Pucat pasi, mbak penjaga warnet menawari saya kopi susu. Gratis lagi. Semenjak kejadian itu, rasa anti membaca saya bukannya bertambah tetapi semakin menghilang. Keseharian waktu saya habiskan untuk browsing membaca cerita-cerita di internet. Dan rutinitas ke perpustakaan kini meningkat. Hingga uang jajan yang biasanya habis untuk main PS kini bisa ditabung untuk membeli buku. Tak tanggung-tanggung buku sekelas terjemahan yang tebalnya cukup untuk dijadikn bantal itu berhasil aku baca dalam waktu 3 minggu. Lama ya, memang dengan begini aku bisa lebih mencintai hidupku. Selain itu saya juga aktif dalam lomba online seperti mengikuti essai, cerpen, puisi. Dan berkat membaca yang ekstra, dalam 1 bulan saja 2 puisi dan 1 cerpen saya sudah lolos bergabung menjadi buku antologi yang diterbitkan secara indie. 
Tips Kiat Cinta Membaca:
Bagi pembaca pemula, hal yang perlu di sadari adalah jangan dulu memilih buku yang tebal-tebal. Hal ini diakibatkan kalian akan merasa bosan dan jenuh. Bacalah dulu buku yang tebalnya 50-100 halaman. Lalu jika sudah terbiasa tingkatkan dari 100-200 halaman begitu seterusnya. Untuk menunjang mood saat membaca, perhatikan tips dibawah ini:
-          Hindari membaca dalam suasana anda bercengkrama dengan orang di sekitar anda, hal ini selain mengganggu konsentrasi anda dalam membaca juga mereka akan risih melihat kondisi anda.
-          Posisikan tempat yang sepi, jiwa yang segar dan pikiran yang tenang dalam membaca
-          Dan yang terakhir, cover buku yang menarik bagi anda dapat membuat mood jadi berapi-api loh. Nggak percaya??? Buktikan dulu dong!!!
Biodata Penulis:
Jef Kenzie. Pemilik nama asli Jefri Setyawan ini lahir pada 27 Juli 1995 di Pasuruan, Jawa Timur. Saat kecil ia sempat mengikuti lomba menulis cerita rakyat lokal. Tetapi, nasib baik belum menghampiri cowok yang tak lepas dari lagu-lagu low end ini. Kini ia menginjakkan kakinya bersekolah di SMAN 1 GRATI. Prestasi yang pernah diraih yaitu finalis antologi cerpen Lelaki Beraroma Ayah, Puisi September dan Antologi 100 puisi, 100 penyair (semuanya masih proses penerbitan). Katanya ia ingin menjadi penulis best quality gitu...
Amin.
 Email dan FB : cute_enemy27@yahoo.co.id
 Twitter           : @jefrei_bj
 No.Hp                        : 087754417749

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites